Protected: Fact Bites : Halloo..Intuisi Itu Salah Ngga
A Promise of Another Tomorrow
I start this morning with a cup of cappuccino – again - after some mornings count with NO coffee. I excuse my mind for this, like this coffee is nothing but a nice little thing, just as little as my self who day by day just seek for …. fogiveness ? mercy ? something ? or nothing ? .
After some couple of nights, completely body exhaust, but these eyes that just won’t wanna be closed. It feels like these nerves inside my brain has totally confront one and another. One side told my to go to bed, while the other side just wouldn’t want to.
At nights, waking, mind’s elsewhere, wandering then trying to get it back on my track. The monitor that keeps blinking, strike my very own eyes, hard to handle sometimes, but still this-rebel-brain-part can’t stop thinking. Stop it !! Stop it !! Stop it !! . I keep tricking my mind to stop thinking. Stop it stupid !! completely dull and brainless girl !! . Sleep !! Sleep !!. After some couple of nights, I clean my bed, cover it with some comfortable layers, and the only one who falls a sleep there is – if I may say one – my dear white-snout-ginger cat. I just smiled at, and these eyes still waking.
God … Read more
Elegi Angin Senja
Aku yakin surat ini tidak akan pernah sampai kepadamu, sebagaimana surat2ku terdahulu yang tidak pernah sampai ke tanganmu. Mungkin karena aku memang tidak pernah bisa menentukan arahmu dengan pasti. Peta yang kau bentangkan terlalu luas, angkasa yang kau paparkan terasa asing bagiku. Dan aku belum sedikitpun berhasil menyusuri noktah jejakmu, untuk kemudian dengan tepat bisa menuliskan alamat tempatmu berdiam sekarang . Tapi biarlah, hari ini tetap aku akan mengatakan sesuatu padamu. Bila satu saat kamu mampir di sini dan menemukannya, maka aku yakinkan bahwa tulisan ini memang untuk kamu. Iya, kamu, yang sedari awal aku tasbihkan dengan nama ‘angin’. Dan demikianlah adanya kamu.
Semalam kubuka kembali catatan2 yang tersimpan rapi di buku merah jambu. Aku belum juga bisa menjawab, kenapa ada banyak catatan sayu ketika aku sedang bersama kamu, sedang saat pagi siang petang aku masih bisa berjalan di atas kedua kakiku tanpa aku harus menundukkan kepalaku. Maka aku membaca lagi coretanku, lagi dan lagi. Dan taukah kamu ? Read more





