Jingga.web.id

:: Disini Jingga ADA ::
Subscribe

Archive for the ‘pink itu merah jambu’

Good Morning GOD

June 10, 2009 By: Jingga Category: pink itu merah jambu 12 Comments →

Good morning GOD,
here is just one of millions of morning that I witness,
here is just one of those mornings that I passed with swear words
for things that just ain’t work out,
as I swear not to swear and hurt people,
just few stuff, the bus, the streets, the job, the time, my self ?
just as I always ask for forgiveness from You,
the only One with heart as wide as earth and heaven

Good Morning GOD,
here is just one of millions of morning that I pass
with warm rays of sunrise falls upon my face in almost each of my journey,
a wonderful feeling that feels like lifting up my spirit and courage,
and faith, and hope, and dreams,
here is, again,
after these last twelve hundred mornings I pray for the same thing,
(more…)

Merpati Di Mendung Kala

May 05, 2009 By: Jingga Category: pink itu merah jambu 2 Comments →

hei–tahukah kau siapa aku ?
aku ADAlah seekor merpati,
yang kADAng berbulu putih, yang pasti bukan yang bermata biru
aku hanyalah satu,
dari merpati-merpati yang ribuan lainnya mungkin pernah kau temui,

aku bukanlah seekor elang bermata tajam,
yang mampu berdiri dengan kokoh dan garang,
yang kedua sayapnya mengepak merajai angkasa,
yang dengan segenap hegemoninya menjadi teror bagi mangsanya,

aku hanya seekor merpati,
yang menyukai bau rumput basah di pagi hari,
(more…)

Dua Malam Lalu

March 27, 2009 By: Jingga Category: pink itu merah jambu 6 Comments →

dua-malam lalu perempuan itu ingat kamu,
laki-laki pijar yang dalam pikiran culasnya dulu, laki-laki itu pasti telah mencuri buku sakti Saint Saiya
lalu dengan diam-diam merapal mantranya, dan mendapatkan sayap pegasus tumbuh di kedua bahunya dan terbang dengan lesatnya
dua malam lalu hanyalah sekian ratus malam setelah dulu,
perempuan itu pernah memutuskan untuk hanya duduk disitu,
dengan sebuah gitar senADA jeruk, kADAng dengan syair sendu,

yang berharap satu saat kamu akan bersandar di bangku itu,
kembali pulang dari perjalanan panjang yang melelahkan kedua sayap curianmu,
begitu lamanya menunggu hingga kini dimatanya pijarmu tak lagi seperti dulu,
pijarmu telah hilang, dan perempuan itu pun terlampau lelah untuk kembali mewarnai pucatmu,

(more…)