Jingga.web.id -

Disini Jingga ADA

Dua Malam Lalu

Posted on | March 27, 2009 | 6 Comments

dua-malam lalu perempuan itu ingat kamu,
laki-laki pijar yang dalam pikiran culasnya dulu, laki-laki itu pasti telah mencuri buku sakti Saint Saiya
lalu dengan diam-diam merapal mantranya, dan mendapatkan sayap pegasus tumbuh di kedua bahunya dan terbang dengan lesatnya
dua malam lalu hanyalah sekian ratus malam setelah dulu,
perempuan itu pernah memutuskan untuk hanya duduk disitu,
dengan sebuah gitar senADA jeruk, kADAng dengan syair sendu,

yang berharap satu saat kamu akan bersandar di bangku itu,
kembali pulang dari perjalanan panjang yang melelahkan kedua sayap curianmu,
begitu lamanya menunggu hingga kini dimatanya pijarmu tak lagi seperti dulu,
pijarmu telah hilang, dan perempuan itu pun terlampau lelah untuk kembali mewarnai pucatmu,

dua malam lalu, bukan hanya kamu* yang ADA dipikiran perempuan itu,
dua malam lalu, perempuan itu mengingat dia,
yang sama-sama menyukai mentari senja,
yang menyukai jingga dan nila,
perempuan itu tertawa,

” mungkinkah dia angin yang akan membawa daun pergi dari pohon ? yang pADAnya daun ini akan mengikuti desaunya ? ”
atau mungkin dia hanya angin musim timur yang hanya datang untuk sekejap
yang menari, membuai dan berdansa dengan segenap tipu daya,
untuk kemudian hilang ke lembah di belahan dunia lainnya ?

atau mungkin perempuan ini yang terlalu naif dan lugu ADAnya ?”

dua malam lalu,
perempuan itu membuka kembali lemari kayu di ujung kamarnya,
mengambil gulungan peta usang didalamnya,
bukan, bukan untuk membuka gulungannya,
perempuan itu hanya mengembalikan gulungan pijarmu pADA peta bintang,
tempatmu berpijak kelak

dua malam lalu,
perempuan itu menggantungkan selembar daun,
selembar daun maple bertangkai merah, bergrADAsi pink dan jingga

…………………..


Related posts:

  1. Elegi Angin Senja Aku yakin surat ini tidak akan pernah sampai kepADAmu, sebagaimana...
  2. Ayo Kejar Aku Ngga !!! Ayo Kejar Aku Ngga !!! iya, akupun telah menetapkan langkah...
  3. Gerimis Dalam Penggalan Fiksi It’s thirty five past five. Berarti sudah tiga menit berlalu...
  4. Merpati Di Mendung Kala hei–tahukah kau siapa aku ? aku ADAlah seekor merpati,...
  5. Aku Sedang Tidak Ingin Aku sedang tidak ingin bicara dengan kamu, mungkin sama seperti...
  6. Good Morning GOD Good morning GOD, here is just one of millions...
  7. A Promise of Another Tomorrow I start this morning with a cup of cappuccino –...

Comments

6 Responses to “Dua Malam Lalu”

  1. tipis
    March 27th, 2009 @ 3:48 pm

    wuaaaaah puisinya mauut, kelas dunia nih. pilihan katanya renyah bener. wis maknyos tenan. bikin yg banyak ya trus serahkan kepenerbit, semoga bisa jadi buku. aseli maut salut :)

  2. kidungjingga
    March 28th, 2009 @ 5:35 pm

    kerennn…. beneran.. kok bisa? ^_^ ya bisa lah…
    benerannn.. keren!!!

  3. ki manungso
    March 29th, 2009 @ 10:25 am

    kayake.., terlalu banyak mengungkit waktu lalu deh yang diulang.. n kurang meluap emosinya.. hentakan emosinya kurang karena mengingat hari zaman dulu yang terus diungkit bertubi2, mana ekspresinya…! hehehe
    tp enak kok kyake didengar klu yang dilantunkan mbak jigga sendiri di depan cermin !
    hehe..

  4. ansella
    April 20th, 2009 @ 10:13 am

    sama, aku juga lagi kangen jeng

    ‘natsukashi kabhi gam gam mode on’

  5. Perencana Keuangan
    June 16th, 2009 @ 4:07 pm

    sajak yang bagus…

  6. warawiri
    March 5th, 2010 @ 8:45 pm

    terus nasib sang laki-laki gimana…???/

Leave a Reply