Elegi Angin Senja
Aku yakin surat ini tidak akan pernah sampai kepADAmu, sebagaimana surat2ku terdahulu yang tidak pernah sampai ke tanganmu. Mungkin karena aku memang tidak pernah bisa menentukan arahmu dengan pasti. Peta yang kau bentangkan terlalu luas, angkasa yang kau paparkan terasa asing bagiku. Dan aku belum sedikitpun berhasil menyusuri noktah jejakmu, untuk kemudian dengan tepat bisa menuliskan alamat tempatmu berdiam sekarang . Tapi biarlah, hari ini tetap aku akan mengatakan sesuatu pADAmu. Bila satu saat kamu mampir di sini dan menemukannya, maka aku yakinkan bahwa tulisan ini memang untuk kamu. Iya, kamu, yang sedari awal aku tasbihkan dengan nama ‘angin’. Dan demikianlah ADAnya kamu.
Semalam kubuka kembali catatan2 yang tersimpan rapi di buku merah jambu. Aku belum juga bisa menjawab, kenapa ADA banyak catatan sayu ketika aku sedang bersama kamu, sedang saat pagi siang petang aku masih bisa berjalan di atas kedua kakiku tanpa aku harus menundukkan kepalaku. Maka aku membaca lagi coretanku, lagi dan lagi. Dan taukah kamu ? Mungkin aku memang tidak ingin menelanjangi diriku, tidak di depan siapapun. Tapi aku tau, aku tidak ingin tegar ketika kamu ADA didepanku. Maka malam ini, yang bisa aku yakinkan pADA hatiku ADAlah, mungkin seperti inilah baiknya. Setelah tumpukan kata2, tanya, dan harapan atas mantra2 suci yang mungkin akan kamu ucapkan, maka kini telah cukup bagiku, berhenti di titik ini. Sehingga tidak ADA lagi ruang bagi aku untuk membodohi diriku sendiri.
Kini aku sedikit paham ketika orang bilang we can’t hold a wind, we can’t see it, but we can feel it. Karena hal2 yang indah itu tidak selalu yang dilihat mata, tapi apa yang dirasa. And yeah, that’s the way it is. Aku tidak akan menggenggam kamu, It’ll be so unfair to you. Orang bilang pucuk daun yang terbaik ADAlah yang menengADAh ke matahari. Ah, tapi kamu pasti sudah tau semua itu. Maka terbanglah. Karena begitulah mungkin seharusnya.
hari ini aku masih melangkah. Langit senja masih terasa indah bagiku, maka aku masih tetap akan melangkah. Setapak demi setapak, menentukan konstelasinya, mencoba menancapkan beberapa bendera menurut takaranku, dan akan mencoba setia mengikutinya.
Aku masih akan tetap melangkah, sesekali berlari, sesekali duduk, mencomoti separuh potong brownies dan setengah cangkir kopi krim. Siapa tau kelak, suatu hari ketika aku duduk, ADA kamu disampingku. Bila demikian, maka aku pastikan bagian brownies dan kopi krim yang lain itu buat kamu. Maka terbanglah. Karena begitulah mungkin seharusnya.


Bagus sekali ceritanya
coretan ttg dirimukah jingga..???
siapapun yg membacanya akan terbawa olehmu..
luar biasa menarik
makasih jingga , artikel yg membuka mata bagi yg membacanya,mungkin jg bg yg membentangkan peta,,peta yg begitu luas ..katamu
wah Anda penulis yang bagus yah..
maju terus mas..
salam kenal
kl tulisan mendayu2 model begini emang mbak jingga paling top deh. ngebacanya sampek bingung. ada jejak petualang dan wisata kuliner jadi satu
wah saya minta maaf atas kesalahan penyebutan panggilannya.
hehe
btw thx atas linknya yah saya juga akan linkback, semoga bisa menjadi teman sesama blogger yang baik..
aminnn
waduh..maknanya tersirat semua..:D
mirip tugas puisi kalo d skolah. he.he
wah..bagus sekali.
cara penulisan cerita menarik
cewe yah pemilik blog ini..??
“we can’t hold a wind, we can’t see it, but we can feel it. Karena hal2 yang indah itu tidak selalu yang dilihat mata, tapi apa yang dirasa.”
aku suka kutipan tulisan diatas…
tersirat penuh dengan makna
Bagus banget mbak ceritanya…
Makasih,
karna rasa adalah segalanya….
rasa emang ga pernah bo’ong he.he
‘ngabisin tisu sebox’
ganbatte ne ‘hugz’
Salam kenal mba, saya baru nemu nih blog-nya mba. Postingan yang sangat menarik (jadi pengen baca yang lain), jarang banget model postingan spt yang mba tulis. Pokoknya nggak biasa deh……….
Mampir juga ke blog-ku ya mba, kalo sdh punya anak juga boleh, soalnya tentang bayi (hihihihi….) di bayibaik.blogspot.com
memang kalau cewek suruh bercerita dan berpuisi nomer satu deh..
“Kamu?” Siapakah itu? Diakah yang dinanti oleh Jingga? Kumbang pasti selalu menghampiri bunga yang indah, apalagi berwarna Jingga.
wah mantab mbak tulisannya.. pilihan kata alias diksi ne woke banget..
Wiiw cerita n gaya bahasa yang bgus.. bikin enjoy yg baca nih… sekalian ngelink yu..
Keren ya bahasanya. Saya paling gak bisa menulis kata2 indaah seperti ini.
kata-kata yang tersusun indah dan penuh makna ..
bagus mbak ceritanya..
sukses slalu dan thankyu mbak
Hebat euy tulisannya. Slm kenal mbak
kata-kata yang tersusun indah dan penuh makna ..
sukses ya. salam kenal ja..
mbak jingga.. postingannya bagus2. aku suka. semoga sukses yah..
salam kenal dari eka.
Ceritanya menarik sekali. Pengalaman pribadi ya mbak.. Hehe. Salam kenal.