Elegi Angin Senja
Posted on | June 22, 2009 | 23 Comments
Aku yakin surat ini tidak akan pernah sampai kepADAmu, sebagaimana surat2ku terdahulu yang tidak pernah sampai ke tanganmu. Mungkin karena aku memang tidak pernah bisa menentukan arahmu dengan pasti. Peta yang kau bentangkan terlalu luas, angkasa yang kau paparkan terasa asing bagiku. Dan aku belum sedikitpun berhasil menyusuri noktah jejakmu, untuk kemudian dengan tepat bisa menuliskan alamat tempatmu berdiam sekarang . Tapi biarlah, hari ini tetap aku akan mengatakan sesuatu pADAmu. Bila satu saat kamu mampir di sini dan menemukannya, maka aku yakinkan bahwa tulisan ini memang untuk kamu. Iya, kamu, yang sedari awal aku tasbihkan dengan nama ‘angin’. Dan demikianlah ADAnya kamu.
Semalam kubuka kembali catatan2 yang tersimpan rapi di buku merah jambu. Aku belum juga bisa menjawab, kenapa ADA banyak catatan sayu ketika aku sedang bersama kamu, sedang saat pagi siang petang aku masih bisa berjalan di atas kedua kakiku tanpa aku harus menundukkan kepalaku. Maka aku membaca lagi coretanku, lagi dan lagi. Dan taukah kamu ? Mungkin aku memang tidak ingin menelanjangi diriku, tidak di depan siapapun. Tapi aku tau, aku tidak ingin tegar ketika kamu ADA didepanku. Maka malam ini, yang bisa aku yakinkan pADA hatiku ADAlah, mungkin seperti inilah baiknya. Setelah tumpukan kata2, tanya, dan harapan atas mantra2 suci yang mungkin akan kamu ucapkan, maka kini telah cukup bagiku, berhenti di titik ini. Sehingga tidak ADA lagi ruang bagi aku untuk membodohi diriku sendiri.
Kini aku sedikit paham ketika orang bilang we can’t hold a wind, we can’t see it, but we can feel it. Karena hal2 yang indah itu tidak selalu yang dilihat mata, tapi apa yang dirasa. And yeah, that’s the way it is. Aku tidak akan menggenggam kamu, It’ll be so unfair to you. Orang bilang pucuk daun yang terbaik ADAlah yang menengADAh ke matahari. Ah, tapi kamu pasti sudah tau semua itu. Maka terbanglah. Karena begitulah mungkin seharusnya.
hari ini aku masih melangkah. Langit senja masih terasa indah bagiku, maka aku masih tetap akan melangkah. Setapak demi setapak, menentukan konstelasinya, mencoba menancapkan beberapa bendera menurut takaranku, dan akan mencoba setia mengikutinya.
Aku masih akan tetap melangkah, sesekali berlari, sesekali duduk, mencomoti separuh potong brownies dan setengah cangkir kopi krim. Siapa tau kelak, suatu hari ketika aku duduk, ADA kamu disampingku. Bila demikian, maka aku pastikan bagian brownies dan kopi krim yang lain itu buat kamu. Maka terbanglah. Karena begitulah mungkin seharusnya.
Related posts:
- Aku Sedang Tidak Ingin Aku sedang tidak ingin bicara dengan kamu, mungkin sama seperti...
- Dua Malam Lalu dua-malam lalu perempuan itu ingat kamu, laki-laki pijar yang...
- Ayo Kejar Aku Ngga !!! Ayo Kejar Aku Ngga !!! iya, akupun telah menetapkan langkah...
- Merpati Di Mendung Kala hei–tahukah kau siapa aku ? aku ADAlah seekor merpati,...
- Good Morning GOD Good morning GOD, here is just one of millions...
- Gerimis Dalam Penggalan Fiksi It’s thirty five past five. Berarti sudah tiga menit berlalu...
- I said “Stay
Out“ Nothing’s so special about this post, except that right now... - A Promise of Another Tomorrow I start this morning with a cup of cappuccino –...
Comments
23 Responses to “Elegi Angin Senja”
Leave a Reply




June 22nd, 2009 @ 3:18 pm
Bagus sekali ceritanya
June 22nd, 2009 @ 9:23 pm
coretan ttg dirimukah jingga..???
siapapun yg membacanya akan terbawa olehmu..
luar biasa menarik
makasih jingga , artikel yg membuka mata bagi yg membacanya,mungkin jg bg yg membentangkan peta,,peta yg begitu luas ..katamu
June 23rd, 2009 @ 8:37 pm
wah Anda penulis yang bagus yah..
maju terus mas..
salam kenal
June 24th, 2009 @ 9:58 am
kl tulisan mendayu2 model begini emang mbak jingga paling top deh. ngebacanya sampek bingung. ada jejak petualang dan wisata kuliner jadi satu
June 24th, 2009 @ 5:51 pm
wah saya minta maaf atas kesalahan penyebutan panggilannya.
hehe
btw thx atas linknya yah saya juga akan linkback, semoga bisa menjadi teman sesama blogger yang baik..
aminnn
June 24th, 2009 @ 9:50 pm
waduh..maknanya tersirat semua..:D
mirip tugas puisi kalo d skolah. he.he
June 26th, 2009 @ 8:45 pm
wah..bagus sekali.
cara penulisan cerita menarik
cewe yah pemilik blog ini..??
June 26th, 2009 @ 8:47 pm
“we can’t hold a wind, we can’t see it, but we can feel it. Karena hal2 yang indah itu tidak selalu yang dilihat mata, tapi apa yang dirasa.”
aku suka kutipan tulisan diatas…
tersirat penuh dengan makna
June 27th, 2009 @ 1:54 pm
Bagus banget mbak ceritanya…
Makasih,
June 28th, 2009 @ 10:03 pm
karna rasa adalah segalanya….
rasa emang ga pernah bo’ong he.he
June 30th, 2009 @ 9:49 am
‘ngabisin tisu sebox’
ganbatte ne ‘hugz’
July 2nd, 2009 @ 12:57 pm
Salam kenal mba, saya baru nemu nih blog-nya mba. Postingan yang sangat menarik (jadi pengen baca yang lain), jarang banget model postingan spt yang mba tulis. Pokoknya nggak biasa deh……….
Mampir juga ke blog-ku ya mba, kalo sdh punya anak juga boleh, soalnya tentang bayi (hihihihi….) di bayibaik.blogspot.com
July 4th, 2009 @ 11:26 am
memang kalau cewek suruh bercerita dan berpuisi nomer satu deh..
July 5th, 2009 @ 1:34 am
“Kamu?” Siapakah itu? Diakah yang dinanti oleh Jingga? Kumbang pasti selalu menghampiri bunga yang indah, apalagi berwarna Jingga.
July 6th, 2009 @ 6:43 am
wah mantab mbak tulisannya.. pilihan kata alias diksi ne woke banget..
July 18th, 2009 @ 10:18 am
Wiiw cerita n gaya bahasa yang bgus.. bikin enjoy yg baca nih… sekalian ngelink yu..
July 21st, 2009 @ 1:19 pm
Keren ya bahasanya. Saya paling gak bisa menulis kata2 indaah seperti ini.
December 15th, 2009 @ 4:46 pm
kata-kata yang tersusun indah dan penuh makna ..
bagus mbak ceritanya..
sukses slalu dan thankyu mbak
January 14th, 2010 @ 11:03 am
[...] caught in rain, somehow sometimes it feels so luckily awesome if once I found this pinkish cloudy dusk sky. Or like when sometimes I could feel this sheer cool drizzle grasp in between my bright-blue [...]
March 6th, 2010 @ 3:55 pm
Hebat euy tulisannya. Slm kenal mbak
March 30th, 2010 @ 3:48 pm
kata-kata yang tersusun indah dan penuh makna ..
sukses ya. salam kenal ja..
March 31st, 2010 @ 1:34 pm
[...] … mendadak jatuh cinta. Kau Auraku dan Biarkan Ku Pergi yang up-beat rocking itu tetep sounds so sweet. Trus ya gitu deh… jadi engga biasa lagi kalo soal Ada Band [...]
July 9th, 2010 @ 3:53 pm
[...] and after .. yang baru nni lebih cerah ya ? lebih chick and girly *pamer* … gk ADA gambar sunsetnya sih, tapi masih teteup GW [...]