High Heels Nightmare(s) : Tangisan Pilu Kitty Kecil
‘High Heels itu seksi yoo .. well at least High Heels will make you FEEL sexy gituuh..’ Sering denger kalimat seperti itu ato yang memper-memper seperti itu ? Ok engga bisa dipungkiri bahwa High heels in people around (us) sering kali di-identik-kan dengan sesuatu yang ‘kini’, elegante, A-class, ke-kenes-an dan ke-seksi-an.
High heels itu sudah seperti ‘simbol perADAban individu’ katanya, so in general, seorang perempuan yang engga familiar dengan wearing high heels sering kali pula diklasifikasikan ngawur sebagai perempuan udik yang engga gaul dan engga tau mode … hmm .. sounds sadis ya ?.
Kalo buat saya pribadi sih, saya engga terlalu pusing soal udik-mengudik, lifestyle or what so ever itu. Saya malah justru bayanginnya betapa tersiksanya kaki ini, betapa bakal pegel-nya pinggang saya ketika satu saat saya harus make high-heels, belum lagi kalo harus berdiri lama ato harus jalan jauuh..waduww.. bisa2 depresi berat saya dibuatnya, coz engga bisa lagi lincah ngejer2 bis kota kalo terpaksa, engga bisa lagi jingkrak2 klo dengerin ADA *haha…lebay banget sih *. And Yepp… saya merasa beruntung tempat saya bekerja selama ini tidak mengharuskan saya memakai high heels. Angin segar ini tentu compatible banget sama saya yang menggemari mary-jane shoes ^_^.
Bayangan buruk tentang high heels memang saya rasakan semakin menjadi-jadi sekitar dua-tiga tahun belakangan ini. High Heels yang ternyata benar2 bisa ‘membunuh’.

