Aku Sedang Tidak Ingin
Aku sedang tidak ingin bicara dengan kamu, mungkin sama seperti kamu yang saat ini sedang tidak ingin bicara dengan aku. Atau mungkin memang selama ini kamu sebenarnya tidak pernah tertarik untuk berbicara dengan aku ? ah.. tapi tidak lucu rasanya jika saat ini aku harus bertanya kepADAmu dan mewajibkan kamu untuk selalu menemani aku bicara, walau .. jujur .. itu yang aku harapkan dari kamu … b i c a r a .
Beberapa waktu lalu pernah sehari , dua hari, dan seterusnya beberapa hari, secara tak terduga, tiba-tiba kamu menyapa aku, ngobrol ini itu, bercanda dan berseloroh soal ini itu, membahas hal-hal ‘tidak penting’ yang entah kenapa terasa seperti ‘penting’ buat aku, waktu itu terasa sangat menyenangkan bagiku. Kamu mungkin tidak pernah manyangka bahwa waktu-waktu itu bahkan terasa lebih lezat daripADA segelas mouse kopi + sekotak dark coklat.
Akupun kemudian mulai membuka-buka lemari bajuku, aku lihat hanya ADA baju kotak-kotak dan garis-garis disana. Aku mulai berpikir ‘aku kan perempuan, jadi sah-sah aja dong kalo aku mulai memakai baju bunga-bunga? hmm… I’m sure it’ll look chick on me haha..’. Dan tahukah kamu ? dalam waktu sekejap tiba-tiba aku sudah mempunya tujuh baju dengan motif bunga-bunga. Pernah satu saat aku memakai salah satu darinya, baju putih bermotif bunga-bunga pink kecil. Aku pun dengan sengaja menambahkan pita pink melingkar dipinggangnya. Aku berkaca dan bilang pADA diriku sendiri Read more
Elegi Angin Senja
Aku yakin surat ini tidak akan pernah sampai kepADAmu, sebagaimana surat2ku terdahulu yang tidak pernah sampai ke tanganmu. Mungkin karena aku memang tidak pernah bisa menentukan arahmu dengan pasti. Peta yang kau bentangkan terlalu luas, angkasa yang kau paparkan terasa asing bagiku. Dan aku belum sedikitpun berhasil menyusuri noktah jejakmu, untuk kemudian dengan tepat bisa menuliskan alamat tempatmu berdiam sekarang . Tapi biarlah, hari ini tetap aku akan mengatakan sesuatu pADAmu. Bila satu saat kamu mampir di sini dan menemukannya, maka aku yakinkan bahwa tulisan ini memang untuk kamu. Iya, kamu, yang sedari awal aku tasbihkan dengan nama ‘angin’. Dan demikianlah ADAnya kamu.
Semalam kubuka kembali catatan2 yang tersimpan rapi di buku merah jambu. Aku belum juga bisa menjawab, kenapa ADA banyak catatan sayu ketika aku sedang bersama kamu, sedang saat pagi siang petang aku masih bisa berjalan di atas kedua kakiku tanpa aku harus menundukkan kepalaku. Maka aku membaca lagi coretanku, lagi dan lagi. Dan taukah kamu ? Read more
Incoming search terms:
Merpati Di Mendung Kala
hei–tahukah kau siapa aku ?
aku adalah seekor merpati,
yang kadang berbulu putih, yang pasti bukan yang bermata biru
aku hanyalah satu,
dari merpati-merpati yang ribuan lainnya mungkin pernah kau temui,
aku bukanlah seekor elang bermata tajam,
yang mampu berdiri dengan kokoh dan garang,
yang kedua sayapnya mengepak merajai angkasa,
aku hanya seekor merpati,
yang menyukai bau rumput basah di pagi hari,

