Elegi Angin Senja
Aku yakin surat ini tidak akan pernah sampai kepADAmu, sebagaimana surat2ku terdahulu yang tidak pernah sampai ke tanganmu. Mungkin karena aku memang tidak pernah bisa menentukan arahmu dengan pasti. Peta yang kau bentangkan terlalu luas, angkasa yang kau paparkan terasa asing bagiku. Dan aku belum sedikitpun berhasil menyusuri noktah jejakmu, untuk kemudian dengan tepat bisa menuliskan alamat tempatmu berdiam sekarang . Tapi biarlah, hari ini tetap aku akan mengatakan sesuatu pADAmu. Bila satu saat kamu mampir di sini dan menemukannya, maka aku yakinkan bahwa tulisan ini memang untuk kamu. Iya, kamu, yang sedari awal aku tasbihkan dengan nama ‘angin’. Dan demikianlah ADAnya kamu.
Semalam kubuka kembali catatan2 yang tersimpan rapi di buku merah jambu. Aku belum juga bisa menjawab, kenapa ADA banyak catatan sayu ketika aku sedang bersama kamu, sedang saat pagi siang petang aku masih bisa berjalan di atas kedua kakiku tanpa aku harus menundukkan kepalaku. Maka aku membaca lagi coretanku, lagi dan lagi. Dan taukah kamu ? Read more
Incoming search terms:
Good Morning GOD
Good morning GOD,
here is just one of millions of morning that I witness,
here is just one of those mornings that I passed with swear words
for things that just ain’t work out,
as I swear not to swear and hurt people,
just few stuff, the bus, the streets, the job, the time, my self ?
just as I always ask for forgiveness from You,
the only One with heart as wide as earth and heaven
Merpati Di Mendung Kala
hei–tahukah kau siapa aku ?
aku adalah seekor merpati,
yang kadang berbulu putih, yang pasti bukan yang bermata biru
aku hanyalah satu,
dari merpati-merpati yang ribuan lainnya mungkin pernah kau temui,
aku bukanlah seekor elang bermata tajam,
yang mampu berdiri dengan kokoh dan garang,
yang kedua sayapnya mengepak merajai angkasa,
aku hanya seekor merpati,
yang menyukai bau rumput basah di pagi hari,

